Seorang Ibu dengan 3 anak ingin menurunkan berat badannya sampai 10 Kg. Dari hasil pre induction (ngobrol-ngobrol) nampak kalau dia sudah cukup bagus dalam merencanakan program penurunan berat badannya. Mengurangi asupan karbohidrat, mengurangi minum manis, mengurangi makanan berlemak dan membeli alat olah raga.
Trus saat saya induksi menggunakan metoda Dave Elman, dan pendalamannya (Deepening) saya gunakan metoda regresi kembali ke rumah saat masih duduk di kelas 6 SD, tiba-tiba dia menangis. Setelah saya tunggu beberapa saat, tangisnya reda dan saya masukan sugesti.
Saya rasa cukup, maka tahapan berikutnya adalah terminating (emerging), saya bangunkan dalam 10 hitungan. Setelah post hipnotic sugestion yang berupa pertanyaan-pertanyaan, dia bilang gini:
"" Ini saya sudah dihipnotis kah? kok saya tetap mendengar Bapak berbicara, bahkan saya juga mendengar suara-suara di luar ruangan.? saya memang susah untuk dihipnotis ya pak?"
"Lho tadi Ibu menangis kenapa?" tanya saya
"saya melihat ayah saya yang sudah meninggal"
"Melihat ayah Ibu dimana?" lanjut saya
"Di rumah orang tua saya, waktu saya masih kecil"
"Berarti Ibu tadi sudah masuh tidur hypnosis, buktinya bisa merasakan dan melihat sesuatu yang sudah tidak ada."
Lagi-lagi sang Ibu tetap menyangkal," Ya tapi saya tetap sadar dan bisa merasakan semua, saya tidak tidur kok pak."
Saya tersenyum dan menjawab:" Ya Bu,..justru dalam tidur hypnosis orang akan jauh lebih peka dan fokus, sehingga tetap bisa merasakan apa yang terjadi di tubuhnya maupun lingkungannya."
Dengan tetap tidak bisa menerima sang Ibu tetap mengatakan:" Gimana sih,...wong aku nggak terhipnotis kok."
Akhirnya saya mengeluarkan jurus terakhir dengan kalimat:" Nggak terhipnotis kok nangis?"
apa jawab sang Ibu? gini: "Oh iya yah,......"
Glodak!!
Semoga bermanfaat.
Jumat, 30 April 2010
Kamis, 22 April 2010
Terhipnotis atau pura-pura?
Pada saat saya menjadi trainer di kelas Fundamental Hypnotherapi di hotel Sahid Surabaya 17 April yang lalu. Dalam materi stage hypnosis, saya coba tunjukkan kepada peserta salah satu contoh stage hypnosis. "Entah kenapa, mulai saat ini juga mata Bu Indra terasa sangat berat dan timbul keinginan yang sangat kuat untuk terpejam. Ya mata yang terpejam itu semakin terasa nyaman untuk tetap terpejam, bahkan saking nyamannya, maka mata itu sulit sekali untuk dibuka. Baik, silakan dicoba dibuka matanya."
Yang terjadi mata Bu Indra sulit sekali untuk dibuka, nampak bergerak-gerak seperti mau membuka, namun tetap rapat dan terpejam. Selang beberapa detik, saya mengucapkan kalimat termination:" Baik,...dalam hitungan ketiga, mata Ibu akan terbuka dan dengan tebukanya mata Ibu maka, badan Ibu terasa segar. Satu,..ya rasakan mata Ibu, Dua,...bagus sekali sekarang Ibu sudah bersiap-siap untuk membuka mata,..dan Tiga,..ya buka mata Ibu!" Maka Mata Bu Indra terbuka dan wajah Ibu Indra nempak memerah sambil tersenyum.
Baru saja selesai "Show" itu, salah satu peserta workshop langsung angkat tangan dan bertanya:" Pak,...tadi Bu Indra benar-benar terhipnotis atau hanya berura-pura?"
"Sebaiknya Bapak tanyakan langsung saja kepada Bu Indra" jawab saya. Maka sang penanya tadi langsung menanyakan kepada Bu Indra. Apa jawab Bu Indra?
"Gimana yah,....sebab saya memang tidak bisa mebuka mata walaupun sebenarnya saya bisa saja membuka mata."
OK lah kalau Begitu, bagaimana kalau anda saja yang saya hipnotis, agar anda bisa merasakan sensasinya. Ucap saya untuk bisa menjawab secara komprehensip. Dan alhamdulillah sang penanya yang ternyata bernama Irfan bersedia.
Baiklah pak Irfan, sekarang saya minta tolong anda mengepalkan tangan kanan anda dan luruskan ke depan. Perintah saya diikuti degan baik. Nah,...sekarang perintahkan kepada tangan anda untuk kaku dan keras, ya kaku dan keras seperti besi. Bagus sekali, sekarang tangan itu sudah sangat kaku dan keras. Saking kaku dan keras, maka tangan itu tidak bisa dibengkokkan oleh siapapun, termasuk oleh Pak Irfan sendiri. Bahkan tangan itu sudah berubah menjadi besi dan lepas dari anggota badan anda. Bagus, dan sekarang silakan dicoba untuk dibengkokkan kalau bisa, sebab semakin ingin membengkokkan tangan itu maka yang terjasi juststu tangan itu semakin kaku dan semakin keras. Ya silakan dicoba. Yang terjadi Pak Irfan kesulitan membengkokkan tangannya. Beberapa saat kemudian, saya mengatakan:" Baiklah Pak Irfan mulai saat ini tangan itu sudah mulai terasa, semakin terasa bahkan sangat terasa, sehingga bisa dikendalikan oleh Pak Irfan. Ya rasakan tangan itu dan lemaskan, lalu silakan dibenkokkan dan lemaskan. Tangan Pak Irfan terkulai lemas dan bisa bengkok.
Bagaimana rasaya Pak? tanya saya kepada Pak Irfan, apakah anda tadi berpura-pura?
"Mmmm Gimana ya,...saya tidak berpura-pura, dan saya memang tidak bisa membengkokkan tangan saya."
Bagus,...selamat, anda telah diberi kesempatan oleh Tuhan untuk merasakan sendiri bagaimana rasanya Trance.
Point penting dari cerita saya ini sebenarnya adalah saya ingin berbagi bahwa jangan banyak bicara tentang hypnosis dan Trance manakala kita belum pernah merasakan sendiri bagaimana sensasi Trance.
Okelah kalau begitu, dan semoga bermanfaat.
Minggu, 14 Maret 2010
Hypnosis Halal atau haram part 2
Setelah client saya puas dengan jawaban yang dia temukan sendiri perihal halal atau haramnya hypnosis (di artikel sebelumnya). Nah,.. ini lain lagi ceritanya.
Kejadiannya saat saya mengajar kelas Fundamental Hypnotherapi di Gresik kemarin. Dalam sesi praktek therapi, teman saya membawa relawan (kita sebut saja client) ke status trance yang sangat dalam, sehingga tubuhnya sangat lemas dan yang semula duduk di kursi perlahan-lahan jatuh ke lantai. Selanjutnya teman saya dibantu 3 orang peserta lainnya membantu memposisikan tubuh sang client agar lebih nyaman terlentang di lantai.
Semua peserta pelatihan mengamati tubuh sang client ini, badannya sangat lemas, matanya terpejam dan sekilas seperti orang pingsan. Sesuai dengan topiknya, sang trainer yang sedang mengajar praktek terapi langsung memberikan terapi menggunakan metoda "Forgiveness therapi", yaitu metoda menghilangkan penyakit fisik maupun non fisik dengan cara melepaskan semua ganjalan di hati. Dalam terapi ini client diajak untuk bisa melepaskan semua masalah yang membebani pikirannya dan diajak untuk memaafkan semua kesalahan orang lain padanya serta diajak untuk meminta maaf atas semua kesalahan yg telah diperbuat kepada orang lain.
Ketika sang trainer menginstruksikan untuk meminta maaf kepada siapa saja, terutama orang tua, sang client berteriak dengan suara yang sangat keras sambil menangis. Client terus menangis dan berteriak mengeluarkan kalimat "Maaf Ibu,...Maaf Ibu." dalam ilmu hypnosis gejala ini disebut abreaction.
Singkat cerita sang trainer bisa mengendalikan client sehingga release dari abreaction, dilanjutkan dengan memberikan sugesti tentang menghilangkan semua penyakit yang ada di tubuh client. Setelah sugesti selesai dan dimengerti oleh client sang trainer melakukan terminating secara perlahan agar clinet tidak bangun secara tiba-tiba. Trus bangun deh si client dengan mata merah sambil tersenyum.
Nah,..inti cetitanya bukan itu.
Waktu coffee break ada salah satu peserta (sebut saja Pak X) yang mendekati saya dan bertanya:"Pak, tadi saya melihat client kok seperti orang kesurupan, dia teriak-teriak dan tidak sadar?" maka terjadilah dialog:
Saya : Dia tidak kesurupan pak, dia sedang melepaskan emosinya.
Pak X : Saya melihat gejalanya persis kesurupan, dia tidak sadar kan pak? berarti hypnosis bisa membuat orang tidak sadar ya pak?
Saya : Emmmm,....gini,...gini (saya mencoba menyusun jawaban) Bapak tadi lihat bagaimana cara trainer memandu client?
Pak X : ya pak saya melihat terus.
Saya : Bagus,...berarti bapak tadi melihat saat trainer memerintahkan client untuk mengangguk saat setuju, menarik nafas saat diperintahkan menarik nafas, kemudian membuka mata dan bangun saat trainer memintanya?
Pak X : Ya pak
Saya : Nah menurut bapak kalau orang kesurupan atau tidak sadar bisa nggak diajak komunikasi?
Pak X : Mestinya tidak bisa pak.
Saya : Nah,..pada kenyataannya orang yang sedang masuk dalam status Trance yang dalam masih bisa diajak komunikasi, berarti dia sadar kan pak?
Pak X : Gimana ya,....iya juga ya pak.
dalam dialog ini memang pak X tidak sampai melontarkan kalimat haram, namun karena saya baru saja menerima pertanyaan tentang halal atau haramnya hypnosis dari orang lain sebelumnya, maka pikiran saya langsung terpaut kesana. Hal inilah yang menginspirasi saya untuk mengaitkan cerita ini dengan artikel sebelumnya yang berjudul hypnosis halal atau haram.
Jadi gimana,..halal atau haram?
Hmmm,...Oqqellah qalo beqitu.
Senin, 08 Maret 2010
Hypnosis itu halal atau haram
Ketika saya akan melakukan therapi kepada salah satu client saya, seperti biasa saya selalu mengajak ngobrol kesana kemari yang bertujuan untuk membangun raport. Nah client saya bilang gini:" Sebentar pak,..maaf sebelum saya masuk lebih jauh dengan therapi yang menggunakan hypnosis, apakah hypnosis itu halal, maksud saya apakah diperbolehkan oleh agama Islam, agama yang saya anut."
Glodak,...sempat kaget juga saya mendengar pertanyaan itu, Untuk saya harus menjawab, maka terjadilah dialog sebagai berikut:
Saya : "Memang ada yang bilang kalau hypnosis itu haram?"
Client : " Ada pak, Istri saya dan ayah mertua saya juga bilang kalau hypnosis itu haram."
Saya : " Sudah ditanyakan apanya yang diharamkan?"
Client : "Katanya gini, orang dihipnotis kan dibuat tidak sadar, nah sholat saja haram hukumnya kalau dalam keadaan tidak sadar."
Saya : "Oooh begitu, lho anda kok datang ke saya padahal tahu kalau ini haram?"
Client : " Saya akan menanyakan dulu apakah benar atau tidak, kalau benar ya saya tidak akan melanjutkan."
Saya : "OK kalau begitu akan saya jelaskan kapada anda apakah ini haram atau halal."
Client saya minta untuk mengepalkan jari-jari tangan kanannya, kemudian meluruskan lengannya lalu saya mengucapkan kalimat berikut:
"Ok bagus, sekarang tangan anda sudah mengepal dan tangan anda juga lurus dan kaku, mata anda focus melihat ke tangan anda dan sekarang tangan anda terasa sangat kaku, kaku sekali sehingga sulit sekali untuk dibengkokan. Ya sekarang tangan itu sudah sangat kaku dan keras, saking kerasnya maka andapun kesulitan untuk menggerakkan apalagi membengkokan."
Saya : " Nah sekarang silakan dicoba bengkokan lengan anda."
Client : sambil tertawa " kok nggak bisa ya pak."
Saya : " Baiklah sekarang tangan itu akan tetap kaku, keras seperi baja, bahkan anda merasakan tangan itu bukan bagian dari tubuh anda."
Client : "Kok nggak terasa ya pak." tetap sambil terawa.
Saya: "Sekarang saya akan tanyakan, apakah anda saat ini dalam keadaan sadar?"
Client : "Sadar pak."
Saya : "Baiklah, dalam hitungan ketiga tangan anda akan segera pulih seperti semula dan anda bisa menggerakkan semau anda, Satu,..mulai terasa, Dua,...ya anda sudah merasakan dan siap untuk menggerakkan tangan anda dan Tiga,...tangan anda normal kembali."
Tangan client normal seperti semula, sambil tersenyum saya tanyakan lagi "Apakah tadi pikiran anda sadar?" lalu dia menjawab:" Sangat sadar pak, buktinya saya bisa menjawab pertanyaan bapak."
Saya : "Oqelah qalo beqqitu,...berarti hypnosis halal atau haram?"
Client : "Halal pak."
Semoga bermanfaat
Glodak,...sempat kaget juga saya mendengar pertanyaan itu, Untuk saya harus menjawab, maka terjadilah dialog sebagai berikut:
Saya : "Memang ada yang bilang kalau hypnosis itu haram?"
Client : " Ada pak, Istri saya dan ayah mertua saya juga bilang kalau hypnosis itu haram."
Saya : " Sudah ditanyakan apanya yang diharamkan?"
Client : "Katanya gini, orang dihipnotis kan dibuat tidak sadar, nah sholat saja haram hukumnya kalau dalam keadaan tidak sadar."
Saya : "Oooh begitu, lho anda kok datang ke saya padahal tahu kalau ini haram?"
Client : " Saya akan menanyakan dulu apakah benar atau tidak, kalau benar ya saya tidak akan melanjutkan."
Saya : "OK kalau begitu akan saya jelaskan kapada anda apakah ini haram atau halal."
Client saya minta untuk mengepalkan jari-jari tangan kanannya, kemudian meluruskan lengannya lalu saya mengucapkan kalimat berikut:
"Ok bagus, sekarang tangan anda sudah mengepal dan tangan anda juga lurus dan kaku, mata anda focus melihat ke tangan anda dan sekarang tangan anda terasa sangat kaku, kaku sekali sehingga sulit sekali untuk dibengkokan. Ya sekarang tangan itu sudah sangat kaku dan keras, saking kerasnya maka andapun kesulitan untuk menggerakkan apalagi membengkokan."
Saya : " Nah sekarang silakan dicoba bengkokan lengan anda."
Client : sambil tertawa " kok nggak bisa ya pak."
Saya : " Baiklah sekarang tangan itu akan tetap kaku, keras seperi baja, bahkan anda merasakan tangan itu bukan bagian dari tubuh anda."
Client : "Kok nggak terasa ya pak." tetap sambil terawa.
Saya: "Sekarang saya akan tanyakan, apakah anda saat ini dalam keadaan sadar?"
Client : "Sadar pak."
Saya : "Baiklah, dalam hitungan ketiga tangan anda akan segera pulih seperti semula dan anda bisa menggerakkan semau anda, Satu,..mulai terasa, Dua,...ya anda sudah merasakan dan siap untuk menggerakkan tangan anda dan Tiga,...tangan anda normal kembali."
Tangan client normal seperti semula, sambil tersenyum saya tanyakan lagi "Apakah tadi pikiran anda sadar?" lalu dia menjawab:" Sangat sadar pak, buktinya saya bisa menjawab pertanyaan bapak."
Saya : "Oqelah qalo beqqitu,...berarti hypnosis halal atau haram?"
Client : "Halal pak."
Semoga bermanfaat
Rabu, 24 Februari 2010
Mengerjakan diluar kesadaran
Ini bukan cerita tentang orang yang "ngelindur" atau orang yang berjalan sambil tidur lho, Yang akan saya angkat kali ini adalah tentang kuadran kesadaran dan kemampuan (Consiousness & Competence). Saat ada orang yang baru bisa naik sepeda, dia akan mengendarai sepedanya dengan penuh konsentrai atau penuh kesadaran. Lengah sedikit bisa jatuh dia. Dalam kondisi ini orang berada di kuadran I, yaitu pada status "bisa melakukan dengan kesadaran penuh" atau Consious Competence. Kalau digambar posisinya ada di sebelah kanan atas.
Setelah orang sudah sangat lancar bersepeda, sehingga tidak diperlukan lagi konsentrasi yang tinggi untuk bisa mengendarai sepeda, sehingga saat bersepeda orang tersebut bisa sambil tolah-toleh (tengok sana tengok sini) atau sambil bertelepon, atau mungkin sambil ngobrol dengan temannya yang bersepeda di sebelahnya. Maka statusnya sudah naik satu tingkat yaitu diposisi Un-Consious Competence di kuadran II. Posisi ini adalah merupakan status tertinggi dari kuadran Consiousness & Competence yang bila diurutkan adalah sebagai berikut: posisi paling bawah Un-Consious incompetence (Tidak sadar dan tidak bisa), lalu Consious incompetence (Dengan kesadaran penuh tidak bisa) dan Consious competence (Bisa dengan kesadaran penuh), dan yg paling tinggi adalah Un-consious Competence ( Tanpa sadar bisa melakukan)
Betapa nikmatnya bila kita bisa melakukan sesuatu dengan mudah, sehingga tidak harus berfikir. Biasanya pekerjaan itu adalah pekerjaan sehari-hari yang rutin kita lakukan. Misalnya tanpa disadari ternyata kita sudah selesai mandi dengan urut-urutan mulai dari masuk kamar mandi, buka baju, mengguyur badan dengan air dan seterusnya sampai kita sudah berpakaian lagi. Apakah kita pernah berpikir serius tentang proses itu? misalnya iya kemungkinan itu terjadi karena adanya perubahan di tempat mandi kita, misalnya airnya ngadat atau sabunnya habis dan lain-lain.
Melalui hypnosis pemberdayaan diri, kita bisa memprogram agar suatu pekerjaan besar bisa kita laksanakan dengan lancar dan tanpa harus terlalu banyak berkonsentrasi. Yaa,..seperti kalau kita naik sepeda saja, karena status pekerjaan itu akan kita posisikan di status Un-Consious Competence (Bisa mengerjakan diluar kesadaran). Gimana,...ingin mencoba?
Setelah orang sudah sangat lancar bersepeda, sehingga tidak diperlukan lagi konsentrasi yang tinggi untuk bisa mengendarai sepeda, sehingga saat bersepeda orang tersebut bisa sambil tolah-toleh (tengok sana tengok sini) atau sambil bertelepon, atau mungkin sambil ngobrol dengan temannya yang bersepeda di sebelahnya. Maka statusnya sudah naik satu tingkat yaitu diposisi Un-Consious Competence di kuadran II. Posisi ini adalah merupakan status tertinggi dari kuadran Consiousness & Competence yang bila diurutkan adalah sebagai berikut: posisi paling bawah Un-Consious incompetence (Tidak sadar dan tidak bisa), lalu Consious incompetence (Dengan kesadaran penuh tidak bisa) dan Consious competence (Bisa dengan kesadaran penuh), dan yg paling tinggi adalah Un-consious Competence ( Tanpa sadar bisa melakukan)
Betapa nikmatnya bila kita bisa melakukan sesuatu dengan mudah, sehingga tidak harus berfikir. Biasanya pekerjaan itu adalah pekerjaan sehari-hari yang rutin kita lakukan. Misalnya tanpa disadari ternyata kita sudah selesai mandi dengan urut-urutan mulai dari masuk kamar mandi, buka baju, mengguyur badan dengan air dan seterusnya sampai kita sudah berpakaian lagi. Apakah kita pernah berpikir serius tentang proses itu? misalnya iya kemungkinan itu terjadi karena adanya perubahan di tempat mandi kita, misalnya airnya ngadat atau sabunnya habis dan lain-lain.
Melalui hypnosis pemberdayaan diri, kita bisa memprogram agar suatu pekerjaan besar bisa kita laksanakan dengan lancar dan tanpa harus terlalu banyak berkonsentrasi. Yaa,..seperti kalau kita naik sepeda saja, karena status pekerjaan itu akan kita posisikan di status Un-Consious Competence (Bisa mengerjakan diluar kesadaran). Gimana,...ingin mencoba?
Minggu, 14 Februari 2010
Self Hypnosis
Masih banyak orang yang tidak sadar bahwa dirinya sakit, karena penyakit yang dideritanya dirasa tidak mengganggu kehidupannya. Mungkin anda akan bertanya,..lho sakit apa yang tidak mengganggu, sakit panu kali ya?.
Bukan,..sumpah bukan panu!,..
Bagaimana kalau ada orang yang bilang gini:" Aku tahu kalau suka menunda-nunda pekerjaan akan berakibat buruk, tapi aku tidak bisa merubah kebiasaan itu.", "Aku sering telat masuk kerja, Jam berapapun ada undangan acara, saya mesti datang terlambat, tapi aku tidak tahu kenapa."
Atau gini:" Sebetulnya mencemooh dan mengejek orang lain itu tidak baik, tapi saya suka melakukan itu." atau yang lebih lucu seorang perokok berat bilang gini:" Kalau merokok dikatakan membahayakan jiwa, kenapa bersepeda motor yang juga sering merenggut nyawa dijalanan kok tidak dilarang?" Ya,..kalau sakitnya gitu dokter manapun bingung ngobatinnya kan?
Dengan metoda self Empowering yang didalamnya ada self hipnosis yang bertujuan penyembuhan diri, beberapa teman saya sudah bisa berubah (kalau tidak boleh dikatakan sembuh). Ada orang yang sadar kalau dirinya bermasalah dan mau untuk memperbaiki, namun ada juga yang tidak sadar kalau dirinya bermasalah, sehingga tidak ada usaha untuk memperbaiki diri. Semakin lama penyakitnya semakin parah.
Khususon untuk rekan-rekan saya di PT.Asuka Engineering Indonesia Gresik, saya ucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada saya dalam Training Self Empowering Sabtu 13 Feb 2010 kemarin.
Minggu, 07 Februari 2010
Kok bisa?
Tulisan terakhir saya menghasilkan banyak pertanyaan senada dari para pembaca, yaitu "kok bisa, pingin berkuasa malah jadi kegemukan?" Trus ada juga yang nulis gini:"Apa hubungannya????"
Baiklah, Critanya begini; Coba cermati kalau ayam jago lagi berhadapan dengan musuhnya, dia membesarkan badannya agar ditakuti, Manusia juga tuh,...saat menantang musuhnya atau lagi marah-marah, dia bertolak pinggang. Kalau saya tanya untuk apa bertolak pinggang, dia juga nggak bisa menjawab. Ya kalau marah ya pantesnya gini (bertolak pinggang), masa menantang berkelahi tangannya masuk kantong, ujar orang yang sempat saya tanyai.
Rupanya alam bawah sadar manusia juga menganggap bahwa cara meningkatkan kewibawaan di hadapan musuh adalah dengan membentuk tubuh yang besar.
Bagaimana? sudah mudeng belum?
Semoga bermanfaat.
Baiklah, Critanya begini; Coba cermati kalau ayam jago lagi berhadapan dengan musuhnya, dia membesarkan badannya agar ditakuti, Manusia juga tuh,...saat menantang musuhnya atau lagi marah-marah, dia bertolak pinggang. Kalau saya tanya untuk apa bertolak pinggang, dia juga nggak bisa menjawab. Ya kalau marah ya pantesnya gini (bertolak pinggang), masa menantang berkelahi tangannya masuk kantong, ujar orang yang sempat saya tanyai.
Rupanya alam bawah sadar manusia juga menganggap bahwa cara meningkatkan kewibawaan di hadapan musuh adalah dengan membentuk tubuh yang besar.
Bagaimana? sudah mudeng belum?
Semoga bermanfaat.
Langganan:
Postingan (Atom)


